BULATAN SPORT – Setiap akhir pekan balapan, ribuan penonton memadati tribun sirkuit untuk menyaksikan aksi para pembalap MotoGP. Jutaan penggemar lainnya mengikuti persaingan melalui televisi dan layanan streaming.

Di balik kemeriahan tersebut, MotoGP menjalankan bisnis yang melibatkan perusahaan penyiaran, promotor balapan, sponsor, hingga penyedia layanan premium.

Menariknya, penjualan tiket bukan sumber pemasukan terbesar bagi pemegang hak komersial MotoGP. Pendapatan utamanya justru berasal dari kontrak penayangan balapan yang nilainya disepakati dengan perusahaan media di berbagai negara.

Laporan keuangan Liberty Media menunjukkan bahwa hak siar menyumbang 41,2 persen dari total pendapatan MotoGP sepanjang 2025. Sementara itu, biaya penyelenggaraan Grand Prix dan sponsor menjadi dua sumber pemasukan utama lainnya.

Lantas, bagaimana bisnis MotoGP berjalan dan ke mana uang dari setiap penyelenggaraan balapan mengalir?

Hak Siar Televisi Menjadi Andalan MotoGP

Ketika sebuah stasiun televisi menayangkan MotoGP, perusahaan tersebut memperoleh hak penayangan melalui perjanjian komersial. Hak itu diberikan untuk wilayah tertentu dengan ketentuan yang telah disepakati.

Bagi MotoGP, kerja sama dengan perusahaan penyiaran memberikan pemasukan yang relatif terencana karena kontraknya umumnya berlangsung selama tiga hingga lima tahun.

Di Indonesia, misalnya, Trans7 menayangkan MotoGP melalui televisi gratis, sementara SPOTV menyediakan siaran melalui layanan berbayar.

Model bisnis ini memungkinkan MotoGP memperoleh pendapatan dari berbagai pasar sekaligus. Setiap perusahaan penyiaran membayar sesuai perjanjian, meskipun besaran nilai kontrak masing-masing tidak selalu diumumkan kepada publik.

Di luar televisi, MotoGP juga memiliki VideoPass, layanan berlangganan resmi yang menawarkan siaran langsung, tayangan ulang, serta koleksi video balapan.

Pendapatan media turut mencakup lisensi penggunaan rekaman dan arsip pertandingan. Dengan demikian, tayangan MotoGP tetap memiliki nilai komersial meskipun sebuah balapan telah selesai.

Mengapa Promotor Harus Membayar untuk Menggelar Grand Prix?

Menggelar balapan MotoGP bukan sekadar menyediakan sirkuit yang memenuhi standar keselamatan. Penyelenggara lokal juga harus memiliki hak untuk menjadi tuan rumah salah satu seri kejuaraan dunia tersebut.

Hak penyelenggaraan ini diperoleh melalui kontrak dengan pemegang hak komersial MotoGP.

Sebagai imbalannya, promotor membayar biaya penyelenggaraan atau race promotion fee. Pada 2025, sektor ini menyumbang 33,7 persen dari total pendapatan MotoGP, menjadikannya sumber pemasukan terbesar kedua setelah hak siar.

Kontrak awal penyelenggaraan biasanya memiliki jangka waktu lima hingga sepuluh tahun. Pihak yang menjadi promotor dapat berupa pengelola sirkuit, perusahaan penyelenggara acara, federasi olahraga motor, maupun lembaga pemerintah.

Bagi sebuah daerah, menjadi tuan rumah MotoGP juga membuka peluang untuk menarik wisatawan, meningkatkan kunjungan hotel, dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar sirkuit.

Namun, manfaat ekonomi tersebut berbeda dengan keuntungan finansial promotor. Pendapatan dari penyelenggaraan balapan tetap harus diperhitungkan bersama seluruh biaya yang dikeluarkan.

Uang Tiket Penonton Masuk ke Mana?

Pertanyaan ini cukup menarik karena banyak orang mungkin mengira seluruh uang tiket MotoGP langsung masuk ke perusahaan pengelola kejuaraan.

Dalam praktiknya, hak penjualan tiket umum biasanya berada di tangan promotor setempat sesuai perjanjian penyelenggaraan.

Promotor dapat memperoleh pemasukan dari tiket tribun, layanan makanan dan minuman, kerja sama sponsor lokal, serta aktivitas komersial tertentu di area sirkuit.

Uang tersebut menjadi bagian dari sumber pendapatan yang digunakan promotor untuk menjalankan acara dan menutup biaya penyelenggaraan.

Artinya, pendapatan tiket yang diterima promotor tidak bisa langsung disamakan dengan pendapatan perusahaan pemegang hak komersial MotoGP.

Pembagian hak ini juga menjelaskan mengapa jumlah penonton yang besar belum tentu membuat sebuah Grand Prix menghasilkan keuntungan bagi penyelenggara lokal.

Sponsor Membayar untuk Tampil di MotoGP

Selain hak siar dan biaya penyelenggaraan, MotoGP memperoleh pemasukan dari perusahaan yang ingin mempromosikan mereknya melalui kejuaraan balap motor.

Melansir Berita MotoGP Terbaru, kerja sama sponsor dapat berbentuk dukungan terhadap keseluruhan kejuaraan, sponsor utama pada seri Grand Prix tertentu, atau kemitraan sebagai pemasok resmi.

Perusahaan mendapatkan hak promosi sesuai isi kontrak, termasuk penempatan identitas merek di lingkungan balapan dan kanal digital MotoGP.

Pendapatan sponsor menyumbang 12,7 persen dari total pemasukan MotoGP pada 2025.

Kerja sama tersebut berbeda dengan sponsor yang terpasang pada motor atau pakaian pembalap. Kesepakatan sponsor tim dan pembalap merupakan bagian dari hubungan komersial masing-masing pihak, sehingga tidak otomatis masuk sebagai pendapatan langsung pengelola MotoGP.

Bisnis MotoGP Tidak Berhenti di Lintasan

MotoGP juga menawarkan pengalaman menonton melalui layanan premium seperti VIP Village dan MotoGP Premier.

Layanan ini ditujukan bagi pengunjung yang menginginkan fasilitas khusus selama akhir pekan balapan. Bergantung pada paket yang dipilih, fasilitasnya dapat mencakup area menonton premium, layanan makanan, dan kegiatan eksklusif.

Pendapatan tambahan juga berasal dari lisensi komersial serta aktivitas kejuaraan balap motor lain, termasuk WorldSBK.

Jika digabungkan, kelompok pendapatan di luar hak siar, promotor, dan sponsor menyumbang sekitar 12,4 persen dari keseluruhan pemasukan MotoGP pada 2025.

Berapa Pendapatan MotoGP dalam Setahun?

Besarnya bisnis ini terlihat dalam laporan keuangan Liberty Media untuk tahun 2025.

Dengan menggunakan perhitungan pro forma untuk menggambarkan kinerja selama satu tahun penuh, pendapatan bisnis MotoGP mencapai 573 juta dolar AS, sementara laba operasinya tercatat sebesar 54 juta dolar AS.

Perhitungan tersebut penting karena Liberty Media baru menyelesaikan akuisisi sekitar 84 persen kepemilikan bisnis MotoGP pada Juli 2025.

Nilai pendapatan itu bukan berarti seluruh uang yang diterima perusahaan menjadi keuntungan.

MotoGP juga harus menanggung berbagai pengeluaran, termasuk produksi siaran, logistik penyelenggaraan, perjalanan, layanan komersial, serta kewajiban pembayaran berdasarkan perjanjian dengan pihak-pihak dalam kejuaraan.

Besarnya pemasukan dari hak siar, promotor, dan sponsor memperlihatkan bahwa MotoGP tidak hanya bergantung pada hasil penjualan tiket atau ramainya tribun.

Balapan memang menjadi daya tarik utama bagi penggemar. Namun, keberlangsungan bisnis MotoGP ditopang oleh nilai komersial dari hak penyiaran, penyelenggaraan Grand Prix, serta kemitraan yang terjalin di berbagai negara.