Bulatan Times - Keputusan MotoGP memindahkan Grand Prix Australia dari Phillip Island ke Adelaide mulai 2027 masih menyisakan kekecewaan bagi sejumlah pembalap. Salah satunya Fabio Di Giannantonio, yang menganggap Phillip Island sebagai lintasan istimewa dalam perjalanan kariernya.
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu harus menerima kenyataan bahwa MotoGP Australia 2026 menjadi kesempatan terakhirnya membalap di Phillip Island, setidaknya dalam kalender yang telah direncanakan.
Di Giannantonio menyampaikan perasaannya menjelang dimulainya rangkaian Grand Prix Australia pada Kamis (22/10/2026).
"Saya menangis setiap hari," ujar Di Giannantonio, dikutip dari Crash.net.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa beratnya kehilangan salah satu sirkuit yang paling ia sukai.
Phillip Island Punya Kenangan Penting bagi Di Giannantonio
Phillip Island bukan sekadar tempat berlangsungnya balapan bagi pembalap asal Italia tersebut.
Pada Grand Prix Australia 2023, Di Giannantonio berhasil meraih podium pertamanya di kelas utama MotoGP. Hasil tersebut menjadi salah satu momen penting ketika masa depannya di kejuaraan dunia sempat berada dalam ketidakpastian.
Keberhasilannya finis di tiga besar membantu menunjukkan bahwa ia masih layak bersaing di MotoGP.
Kenangan itulah yang membuat keputusan meninggalkan Phillip Island terasa semakin berat.
Sirkuit yang berada di negara bagian Victoria, Australia, memang terkenal dengan karakter lintasan cepat dan tikungan panjang yang menuntut keberanian pembalap.
Berbeda dengan sirkuit yang memiliki banyak zona pengereman keras, Phillip Island memungkinkan pembalap mempertahankan kecepatan tinggi melalui sejumlah tikungan yang mengalir.
Kondisi angin dari kawasan pesisir juga menjadi tantangan tersendiri. Perubahan cuaca dapat memengaruhi keseimbangan motor dan strategi pemilihan ban sepanjang akhir pekan balapan.
Di Giannantonio Menilai Phillip Island Layak Dipertahankan
Dalam kesempatan yang sama, Di Giannantonio menyampaikan bahwa Phillip Island seharusnya tetap menjadi bagian dari kalender MotoGP.
Ia memahami adanya pertimbangan untuk mengembangkan kejuaraan. Namun, menurutnya, sirkuit dengan sejarah panjang dan karakter khas seperti Phillip Island semestinya tidak dikorbankan.
Pandangan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kepentingan antara perkembangan komersial MotoGP dan nilai sejarah sebuah lintasan.
Bagi penyelenggara, lokasi balapan menjadi salah satu faktor penting untuk menjangkau lebih banyak penonton.
Sementara bagi pembalap, karakter teknis sebuah sirkuit dapat memberikan pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Di Giannantonio juga menyinggung pandangan Casey Stoner yang pernah menggambarkan Phillip Island sebagai lintasan ikonik MotoGP, seperti Monte Carlo dalam dunia balap Formula 1.
Perbandingan itu berkaitan dengan kedudukan sebuah tempat yang tidak hanya dikenal karena perlombaannya, tetapi juga karena sejarah dan identitas yang melekat selama bertahun-tahun.
Adelaide Bersiap Menggantikan Phillip Island pada 2027
MotoGP telah memutuskan bahwa Grand Prix Australia akan berpindah ke Adelaide mulai musim 2027.
Kota tersebut akan menghadirkan konsep balapan di sirkuit semi-jalanan yang memanfaatkan kawasan perkotaan.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas daya tarik MotoGP sekaligus menghadirkan balapan lebih dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.
Pemerintah Australia Selatan bersama penyelenggara juga telah memperkenalkan desain lintasan yang akan digunakan.
Melalui proyek sirkuit jalan raya MotoGP Adelaide 2027, Australia akan memasuki babak baru dalam penyelenggaraan Grand Prix setelah bertahun-tahun mengandalkan Phillip Island.
Perpindahan ini membawa peluang sekaligus tantangan.
Adelaide menawarkan lokasi yang lebih dekat dengan pusat kota, sedangkan Phillip Island memiliki sejarah panjang, pemandangan pesisir, dan karakter balapan yang sangat disukai para pembalap.
Selain itu, desain sirkuit perkotaan harus memenuhi standar keselamatan yang ketat karena MotoGP menggunakan sepeda motor berkecepatan tinggi.
Balapan Terakhir di Phillip Island Bisa Berlangsung dalam Cuaca Sulit
Perpisahan MotoGP dengan Phillip Island dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.
Namun, kondisi cuaca berpotensi memengaruhi jalannya akhir pekan Grand Prix Australia.
Di Giannantonio mengingatkan bahwa cuaca di Phillip Island sulit diprediksi. Angin kencang dan perubahan kondisi lintasan dapat menjadi tantangan tambahan bagi seluruh pembalap.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan jadwal balapan harus disesuaikan apabila cuaca pada Minggu menimbulkan masalah.
Meski demikian, pembalap VR46 Ducati tersebut ingin menikmati setiap bagian lintasan selama kesempatan terakhirnya tampil di sana.
Keinginannya bukan hanya soal mengejar hasil bagus. Phillip Island memiliki tempat tersendiri dalam ingatan Di Giannantonio sejak keberhasilannya meraih podium pada 2023.
Perpindahan Grand Prix Australia ke Adelaide mungkin membuka peluang baru bagi perkembangan MotoGP. Namun, bagi pembalap yang pernah mencatatkan momen penting di Phillip Island, meninggalkan lintasan tersebut jelas bukan perkara sederhana.
Grand Prix Australia 2026 pun berpotensi menjadi salah satu akhir pekan paling emosional, ketika para pembalap dan penggemar mengucapkan selamat tinggal kepada sirkuit yang telah menjadi bagian dari sejarah MotoGP selama puluhan tahun.

